Kolam Renang Bebas Kaporit Dengan Salt Chlorinator - Apakah Benar? Anda sebagai pemilik atau pengguna berat kolam renang tentu sering membaca pernyataan tersebut. 

Hal ini kami bahas dikarenakan munculnya pertanyaan dari beberapa klien kami dan juga informasi yang beredar secara umum di luar. Hal ini dikarenakan perenang biasanya tidak menyukai efek yang disebabkan zat Klorin yang merupakan unsur kimia yang terkandung di dalam kaporit.

Bagi anda yang menginginkan pembahasan yang lebih singkat, dapat membacanya pada blog kami. Bagi anda yang ingin informasi detail, silahkan melanjutkan untuk membaca.

Sebelumnya perlu kita ketahui dahulu apa itu kaporit. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa sumber di internet (1,2,3), kaporit merupakan singkatan dari kalsium hipoklorit yang dalam bahasa Inggrisnya calcium hypochlorite. Kaporit memiliki berbagai fungsi dan salah satunya adalah untuk menjernihkan air. 

Kaporit atau Calcium Hypochlorite merupakan salah satu senyawa dari elemen klorin yang bahasa Inggrisnya chlorine dengan simbol kimia [Cl] (4). Senyawa dari chlorine itu sendiri cukup banyak. Dan apabila kita teliti lagi, senyawa chlorine untuk aplikasi penjernihan kolam renang juga beragam. Berikut ini adalah senyawa chlorine yang paling banyak digunakan di kolam renang Indonesia yaitu:

  • Calcium Hypochlorite /  Kalsium Hipoklorit  [Ca(ClO)2]
  • Sodium Hypochlorite / Natrium Hipoklorit  [NaClO]
  • Trichlor [C3Cl3N3O3]
 
 Kaporit Granular

Kaporit Granular

 

Biasanya setelah dilarutkan ke kolam renang dan bereaksi dengan air, zat kimia yang terbentuk dan memiliki fungsi utama menjernihkan air kolam adalah:

  •  Hypochlorous acid [HClO]
  • Hypochlorite ion [ClO-]

 Perhatikan bahwa semua komponen di atas memiliki kandungan klorin [Cl]

Kembali lagi ke pembahasan Salt Chlorinator. Untuk lebih objektif, sumber dari pernyataan yang kami gunakan tidak akan menggunakan website komersial dari suatu merek atau produk kolam renang. Kami akan menggunakan website Wikipedia. Pernyataan berikut kami ambil langsung dari website wikipedia (5) yaitu:

"Salt water chlorination is a process that uses dissolved salt (2,500–6,000 ppm) as a store for the chlorination system. The chlorine generator (also known as salt cell, salt generator, salt chlorinator or SWG) uses electrolysis in the presence of dissolved salt (NaCl) to produce hypochlorous acid (HClO) and sodium hypochlorite (NaClO), which are the sanitizing agents already commonly used in swimming pools. As such, a saltwater pool is not actually chlorine-free; it simply utilizes added salt and a chlorine generator instead of direct addition of chlorine."

Pada bagian awal paragraf, artikel tersebut menjelaskan cara kerja salt chlorinator mengurai garam natrium klorida (sodium chloride) menjadi turunan senyawa klorin yang bekerja sebagai desinfektan pada kolam renang. Setelah itu perhatikan bagian kalimat yang di bold. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kolam renang dengan salt chlorinator menggunakan klorin yang dihasilkan dari penguraian garam.

Autopilot Salt Chlorinator

Menggunakan klorin kimia baik berupa dalam bentuk Calcium Hypochlorite atau Sodium Hypochlorite dan menggunakan salt chlorinator pada akhirnya sama-sama menghasilkan turunan senyawa klorin yaitu [HClO] dan [ClO-] sebagai desinfektan kolam renang anda.

KESIMPULAN

Jadi pernyataan Salt Chlorinator tidak menggunakan kaporit (Calcium Hypochlorite) tidak salah hanya dalam konteks desinfeksi klorin, kolam renang masih menggunakan bahan kimia klorin yang dihasilkan oleh Salt Chlorinator. 

Anda harus menentukan prioritas anda apakah: pertama, anda memang tidak masalah menggunakan klorin pada kolam renang karena tidak mau repot membeli kaporit dan menyimpannya. Atau kedua, anda memang tidak mau menggunakan bahan kimia yang mengandung unsur klorin pada kolam renang anda.

Apabila prioritas anda alasan pertama, anda dapat menggunakan Salt Chlorinator Autopilot.

Apabila alasan anda yang kedua, anda bisa menggunakan teknologi kolam renang tanpa klorin yang salah satunya adalah teknologi UV + ion dengan UVion.

Sumber:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kaporit
  2. https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/03/mengenal-sifat-kaporit-kegunaannya/
  3. https://jatikanusa.wordpress.com/2016/11/17/pengertian-kaporit-dan-fungsinya/
  4. https://en.wikipedia.org/wiki/Chlorine
  5. https://en.wikipedia.org/wiki/Salt_water_chlorination