Hingga sekarang masih saja ada salah kaprah di dunia awam yang mengira dengan memperkecil diameter pipa dapat meningkatkan tekanan air. Hal ini sangat tidak benar. Kesimpulan tidak benar ini disebabkan saat seseorang melihat ujung selang air yang ditekan dengan jari menghasilkan dorongan air yang lebih jauh. Sebenarnya yang bertambah adalah kelajuan (kecepatan) aliran air bukan tekanan.

Dengan memperkecil diameter pipa malah akan menambah gaya gesek fluida (air) dengan penampang pipa yang berakibat berkurangnya debit air. Hal ini berdasarkan kombinasi dari hukum Bernoulli dan efek Venturi yang menyatakan bahwa ketika ukuran penampang (pipa) berkurang, untuk menghasilkan debit fluida yang tetap sama, maka kelajuan fluida harus bertambah dan disaat yang bersamaan tekanan fluida tersebut akan berkurang. 

Pada gambar di atas, nilai tekanan dapat dilihat pada ketinggian air pada tabung vertikal. Terlihat ketinggian air pada tabung vertikal saat luas penampang lebih rendah yang berarti tekanan pada daerah tersebut lebih rendah.

Yang dibutuhkan saat anda hendak mendorong air dengan pompa ke titik yang lebih tinggi adalah tekanan (pada pompa biasa disebut Head). Yang anda butuhkan agar nosel air mancur anda dapat menyembur lebih tinggi adalah tekanan. Yang anda butuhkan untuk pompa pemadam adalah tekanan. Jadi yang dibutuhkan adalah tekanan bukan kelajuan.

Jadi harap diingat, memperkecil ukuran pipa air tidak akan meningkatkan tekanan tetapi malah menurunkan tekanan air!

Pada artikel selanjutnya akan kami jelaskan apa yang terjadi saat anda mengecilkan sebuah pipa dan efeknya terhadap tekanan air.

Sumber: