Melanjutkan dari artikel sebelumnya mengenai efek memperkecil diameter pipa terhadap tekanan pompa air, maka kami akan melanjutkan kembali pembahasannya. 

Hukum Bernoulli juga menyatakan bahwa makin panjang suatu penampang air, maka tekanan air akan berkurang. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dapat dilihat, pada titik nomor 2 tekanan air lebih rendah daripada pada titik nomor 1 ketika air baru masuk ke dalam pipa. Penyebab hal ini dikarenakan gaya gesek pipa terhadap air. Semakin kecil diameter suatu pipa, maka berdasarkan hukum Bernoulli maka kelajuan air akan menjadi lebih cepat. Dengan meningkatnya kelajuan air maka semakin tinggi gaya gesek yang dihasilkan.

Apabila kita gabungkan dengan persamaan Darcy-Weisbach (dapat dilihat di bawah ini):

  • hf = Gaya gesek pada pipa
  • f = Koefisien gaya gesek (tidak berdimensi)
  • L = Panjang pipa 
  • D = Diameter pipa
  • V = Kecepatan rata-rata dari aliran air
  • g = Percepatan gravitasi

Rumus gaya gesek pada pipa tersebut cukup jelas. Dapat kita lihat apabila nilai D (diameter pipa) diperkecil, maka hf (gaya gesek pada pipa) akan membesar. Saat nilai gaya gesek (hf) meningkat, maka nilai tekanan dorong pompa berupa Total Dynamic Head (TDH) pompa anda akan berkurang sesuai dengan rumus di bawah ini: 

TDH = Discharge Head - Suction Lift - Friction Loss

Semoga pembahasan dari dua artikel kami ini akan membantu memberikan klarifikasi yang jelas. Sekali lagi kami tekankan, memperkecil diameter pipa air tidak akan meningkatkan tekanan pompa! Biasanya yang terjadi adalah pompa air yang digunakan akan lebih cepat mengalami tekanan balik lebih berat.

Bagi anda yang membutuhkan konsultasi untuk menentukan pompa air, silahkan menghubungi kami di PT Esparindo Dayamegah.

Sumber: